CS_News_ikatik.org

foto ikatik.org

Ketidakpastian mengenai berubahnya status Universitas Negeri Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” baik di Jakarta, Yogyakarta maupun Surabaya mulai dirasakan sebagian besar mahasiswanya yang telah menanti-nanti perubahan status kampus menjadi Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Selama ini mahasiswa diinformasikan bahwa UPN akan berubah menjadi PTN tahun depan, tahun depan dan tahun depan. Sampai saat ini status tersebut masih belum dapat dipastikan.

Wacana pengalihan status Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” menjadi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) sudah terdengar sejak tahun 2008, begitu adanya pengauditan aset negara oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap Departement Pertahanan (DEPHAN). Dalam pengauditan yang dilakukan BPK terhadap DEPHAN, BPK menemukan adanya kerugian negara yang di akibatkan penggunaan aset yang digunakan UPN “Veteran”.

Saat ditanya mengenai penegerian UPN “Veteran”, Halim Mahfud selaku wakil rektor I UPNVJ menyatakan bahwa UPN jelas harus menjadi negeri. Ia menegaskan, penegerian UPN karena aset yang digunakan   adalah milik negara dan sebagian dosen juga berasal dari negara. Dalam temuan ini BPK menyatakan bahwa UPN tidak tepat dalam penggunaan tataran kebijakan dan peruntukan aset yang salah.” Barang dari negara tidak boleh digunakan untuk swasta,” ujar Halim saat ditemui tim Crosite di ruang kerjanya Jumat 15 Maret 2013 lalu.

UPN mempunyai tiga alternatif status. Pertama, UPN harus menjadi negeri karena aset yang digunakan adalah aset negara. Kedua, UPN tetap menjadi swasta. Namun, hal ini akan menyalahi aturan hukum dan dapat menimbulkan permasalahan dikemudian hari. Untuk alternative ketiga, kembali ke status dinas. Hal ini tidak memungkinkan karena lulusan mahasiswa UPN harus disalurkan kerja oleh pihak penyelenggara pendidikan. Alternative pertama merupakan pilihan yang lebih baik untuk menghindari masalah hukum dikemudian hari. Sementara Rektor UPN Veteran Jakarta masih sulit ditemui untuk mengkonfirmasi masalah ini. <<[@arinacalista, foto ikatik.org]