CS_Profile_Wartawan TVRI          

Pekerjaan sebagai seorang wartawan bukanlah pekerjaan mudah. Banyak rintangan, tantangan dan harus banyak pengorbanan. Hal ini juga dirasakan Kencana Ariestyani. Sempat mendapat larangan dari kedua orangtuanya untuk menjadi wartawan, merupakan salah satu rintangan yang ia alami. Kini, Ia merindukan masa-masa melakukan liputan. Berikut kutipan wawancara dengan Kencana, mantan wartawan TVRI.

Apa alasan anda memilih profesi sebagai waratawan?

Saya memilih profesi sebagai wartawan karena saya merasa gaya hidup saya sebagai jurnalis. Selain itu saya sudah merencanakan sebagai waratawan semenjak saya kuliah. Menurut saya pekerjaan sebagai waratawan itu penuh dengan tantangan.

Selama menjadi wartawan anda pernah bekerja untuk media apa saja?

Pertama kali saya menggeluti dunia jurnalis pada awal tahun 2005. Pada saat itu saya bekerja untuk tabloid Gatra sebagai reporter. Selama empat bulan di tabloid tersebut saya belajar bagaimana caranya untuk menjadi wartawan yang professional. Pada pertengahan 2005 saya meninggalkan media cetak dan berganti ke media televisi. Saat itu saya bekerja untuk TVRI sampai tahun 2010. Pada pertengahan tahun saya memutuskan untuk berhenti menjadi jurnalis dan berubah profesi sebagai semorang dosen hingga sekarang.

Apa kendala yang pernah anda hadapi selama menjadi waratawan?

Mungkin cuma satu ya kendala terbesarnya itu adalah waktu. Saya harus bekerja paling tidak 14 jam dalam satu hari. Orang tua juga sebagai kendala karena saya seorang wanita, setiap hari saya harus berangkat pagi dan selalu pulang larut malam.

Kenapa anda memutuskan untuk berhenti sebagai wartawan dan beralih profesi sebagai seorang dosen?

Selain masalah kendala yang saya jelaskan sebelumnya, mungkin karena saya sudah mendapatkan semua yang saya mau didunia wartawan. Jadi pada tahun 2009 saya memutuskan untuk berhenti menjadi wartawan dan membagikan ilmu jurnalis saya dengan menjadi dosen.

Apa ada penyesalan setelah ibu berhenti sebagai wartawan?

Kalau penyesalan mungkin tidak ada, tapi hanya rasa kangen yang kadang saya rasakan.

[@bintangtp, foto http://www.linkedin.com/profile/view?id=86111708&authType=name&authToken=KxBu]